PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA (Manihot utilissima) DAN PATI UBI JALAR KUNING (Ipomoea batatas L.) TERHADAP UJI SENSORI, KOMPOSISI PROKSIMAT DAN KANDUNGAN VITAMIN A PADA BAKSO IKAN LELE (Clarias batrachus)
Keywords:
Bakso, Ikan lele, pati ubi jalar kuningAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pati ubi jalar kuning terhadap sifat organoleptik, kandungan proksimat dan kadar vitamin A bakso ikan lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 level perlakuan yang terdiri dari A0 (25 g tepung tapioka : 0 pati ubi jalar kuning), A1 (15 g tepung tapioka : 10 g pati ubi jalar kuning), A2 (10 g tepung tapioka : 15 g pati ubi jalar kuning), dan A3 (0 tepung tapioka : 25 g pati ubi jalar kuning). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA (Analysis of varian), jika berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s multiple range test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis menyukai bakso ikan lele dengan perlakuan A3 (tepung tapioka 0 g : 25 g pati ubi jalar kuning) dengan rerata kesukaan warna 3,83 (suka), aroma 3,33 (agak suka), tekstur 3,93 (suka), dan rasa 3,69 (suka), kadar air 76,21 %, kadar protein 11,17 %, kadar lemak 7,08%, kadar abu 1,74%, dan vitamin A 467,01%. Secara umum produk bakso penambahan pati ubi jalar yang dihasilkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3819-1995).

